Kota malang

Sejarah Malang

Kalian warga kota Malang? Pasti pernah mendengar semboyan Malangkucecwara dong? Semboyan ini lah yang akan membongkar semua asal usul kota Malang sejak dikenal dan memiliki peradaban. Hal ini sangat menarik untuk ditelusuri, karena mengingat Sejarah di Kota Malang itu sangat banyak. Penasaran? Yuk baca uraian sejarah Malang berikut ini.

Asal Usul Nama Malang

Nama Malang sebenarnya sampai sekarang masih diteliti dan dikaji asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Berbagai sumber terus digali guna mendapatkan jawaban yang paling tepat mengenai asal-usul nama “Malang”. Menurut para ahli, nama Malang diambil dari semboyan Malangkucecwara. Malangkucecwara merupakan nama dari sebuah bangunan suci. Hipotesa ini dibuat karena nama bangunan suci tersebut telah ditemukan dalam prasasti milik Raja Balitung (berasal dari Jawa Tengah) yaitu prasasti Manntyasih yang ditulis pada 907 dan 908.

Semboyan Malangkucecwara

Semboyan ini awalnya diusulkan oleh Dr. Raden Mas Ngabehi Poerbatjaraka. Ia merupakan pakar bahasa sansekerta dan Jawa Kuno asal Solo. Sebelum ia mengusulkan katta tersebut menjadi semboyan kota Malang, kata malangkucecwara pernah disebut-sebut dalam prasasti Kedu yang berangka tahun 907 yang dikeluarkan olehh Raja Balitung dan prasasti di dekat Singosari tahun 908. Diceritakan bahwa orang-orang yang memperoleh piagam tersebut adalah pemuja para batara dari Malangkucecwara, Putecwara, Kutusan, Cilabhedecwara, dan Tulecwara. Penyebutan penyebutan nama tersebut membuktikan bahwa mereka adalah raja-raja yang pernah memerintah atau wafat dan dimakamkan di candi-candi lalu disebut batara. Namun, letak candi Malangkucecwara sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya. Nama bangunan itu ditemukan dalam dua prasasti raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prrasasti 908 yakni ditemukan di suatu tempat antara Surabaya – Malang.

Arti Malang yang sesungguhnya

Nama “Malang” ternyata bukan diambil dari bahasa Indonesia yang artinya nasib sial / buruk. Melainkan diambil dari nama sebuah candi tempat dimakamkannya para raja zaman dahulu. Candi itu bernama Candi Malangkucecwara, sehinggga kta tempat candi ini berada dinamakan Malangkucecwara oleh warga setempat, lalu lama kelamaan disebut Malang. Kata “Malang” sendiri mempunyai arti menghalangi, membentang (bahasa Jawa), dari kata dasar palang. Dulu, orang kebanyakan menggunakan palang kayu untuk mengunci pintu. Jadi, nama Malang berarti penghalang / pelindung daerahnya dari berbagai bahaya. Tetapi kebanyakan orang malah mengartikan nama “Malang” sebagai nasib buruk. Hal itu dapat diaklumi, karena semboyan kota Malang yang sebelumnya dipakai oleh pemerintah Belanda adalah “Malang Nominor Sursum Moveor” yang artinya “Malang namaku, maju tujuanku” Semboyan ini mengisyaratkan kata “Malang” sebagai nasib yang kurang baik.

Itulah ringkasan informasi tentang sejarah Malang yang bisa kalian pelajari. Semoga artikel ini bermanfaat.